Berita dan Event

Laporan Tahap 1, 18-23 Januari 2018: Donasi Amal untuk Keuskupan Agats melalui Sesawi.Net dan Yayasan Sesawi (1)

Sesawi.Net - 4 hours 36 mnt yang lalu
BERIKUT ini kami sampaikan hasil perolehan dana amal kasih untuk Keuskupan Agats di Papua dengan judul “Laporan 1” agar bisa mengindentifikasi semua proses transaksi yang terjadi mulai tanggal 18-23 Januari 2018. Program Donasi Amal untuk Keuskupan Agats ini dibesut oleh Sesawi.Net dalam kerjasamanya dengan Yayasan Sesawi.  Program amal kasih dengan periode terukur ini resmi dirilis […]

24 Januari St. Sabinianus

Mirifica.net - 4 hours 44 mnt yang lalu

 

Martir di daerah Troyes, Perancis.

Sumber dan gambar: Anonim. 12 Oktober 2000. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 16 Januari 2018

Oposisi Timor-Leste Semakin Dekat gulingkan pemerintahan Alkatiri  

UCANews - Sel, 23/01/2018 - 22:52
Presiden Timor-Leste telah mengadakan pertemuan dengan Dewan Negara Katolik Asia untuk membahas sebuah masalah pada 24 Januari yang diharapkan dapat membantu menentukan apakah negara tersebut mendapat perdana menteri baru atau akan menghadapi pemilihan baru.   Baru 10 bulan berlalu sejak pemilu terakhir.   Namun, Perdana Menteri Timor Leste, Mari Alkatiri tampaknya telah mulai berkampanye, mengindikasikan pemilihan baru segera diumumkan dalam beberapa hari untuk memecahkan kebuntuan politik selama enam bulan.   Perdana Menteri itu diserang karena belum mampu mengumpulkan mayoritas suara untuk mendukung program pemerintahannya, inti kebijakan politik Timor-Leste sejak pemilu  22 Juli, juga menghadapi tuntutan dari pihak oposisi karena partai Fretilin dianggap telah menghalangi proses yang benar untuk menggulingkan Alkatiri.   Ketua Parlemen Aniceto Gutteres, yang mengatur parlemen dan seharusnya mengadakan rapat setidaknya dua kali dalam seminggu, telah gagal melakukan tugasnya sejak sebelum Natal, menurut Fidelis Magalhaes, ketua parlemen dari Partai Pembebasan Rakyat (PLP), partai oposisi.   Ini berarti bahwa pemerintah Alkatiri tidak dapat menghadapi mosi tidak percaya yang diajukan oleh tiga partai oposisi yang bersatu, yang dipimpin oleh Partai Nasional untuk Rekonstruksi Timor Leste (CNRT) yang dikendalikan oleh mantan Presiden dan Perdana Menteri Xanana Gusmao dan juga termasuk PLP dan Partai Khunto. Oposisi gabungan memiliki mayoritas suara di parlemen dengan 65 kursi.   Margalhaes mengatakan bahwa strategi Fretilin, melalui ketua parlemen, adalah memastikan tanggal kritis 22 Januari, enam bulan setelah pemilihan, tercapai – pada hari ini, di bawah konstitusi, presiden dapat membubarkan parlemen dan melakukan pemilihan baru, dengan biaya sekitar US $ 40 juta.   Ketua parlemen telah berhasil menunda sidang pleno di parlemen.   Di bawah konstitusi bergaya Portugis, pemerintah harus mempresentasikan programnya ke parlemen. Ini membentuk dasar anggaran berikutnya. Alkatiri mempresentasikan programnya pada  September dan ditolak. Yang sepintas tidak secara otomatis akan mengakibatkan pembubaran parlemen sehingga presiden tidak punya pilihan selain menolak perdana menteri.   Tapi Alkatiri menghindari pemilu untuk kedua kalinya dan tidak ada pemerintah yang bisa mendapatkan anggaran penuh tanpa program pemerintah yang disetujui. Pada minggu sebelum Natal, perdana menteri mencoba untuk mendapatkan beberapa tindakan pendanaan sebelum Natal dan gagal. Oposisi menggunakan taktik yang keras demi pemilihan ulang dan ingin memaksakannya ke dalam tangan Lu Olo.   Sementara itu, Alkatiri mengunjungi orang-orang di Maubara, distrik Liquica, pada 18 Januari dan mempresentasikan program pemerintahannya yang ditolak oleh parlemen nasional.   Dia mengatakan kepada masyarakat bahwa sejak parlemen menolak programnya, ada tarik menarik antara pemerintah dan parlemen, tapi itu adalah demokrasi.   “(Namun) dalam demokrasi, siapa pun yang berkuasa, apakah berusia lima, sepuluh atau lebih dari 10 tahun, tidak dapat berusaha untuk kembali berkuasa karena akan menghambat proses pembangunan,” kata Alkatiri seperti dikutip Suara Timor Lorosae pada 19 Januari.   Alkatiri mengingatkan orang untuk menunggu keputusan Presiden Francisco Guterres Lu-Olo minggu ini.   Pemerintah seharusnya mengajukan program lain dalam waktu 30 hari sejak ditolak Oktober tahun lalu. Tapi itu tidak pernah terjadi. Sebagai gantinya, pemerintah membuat rancangan pembetulan anggaran.   Partai-partai oposisi di parlemen menuduh ketua parlemen Aniceto Gutteres mencegah perdana menteri mempresentasikan program di parlemen. Mereka juga menuduh Gutteres memboikot sebuah sidang pleno yang bertujuan  membahas dan memberikan suara pada program pemerintah.   Namun, Gutterres membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal-hal tidak berjalan sesuai harapan karena semuanya berada di bawah kendali oposisi.   “Saya tidak memboikot parlemen, tidak mungkin karena semua komisi berada di bawah kendali mereka. Semua ketua komisi dan deputi ada di tangan mereka,” kata Gutterres kepada wartawan pada 18 Januari seperti yang dikutip Suara Timor Lorosae.   Magalhaes juga menyuarakan keprihatinannya tentang penggerebekan oleh polisi pekan lalu.

Apa simbol-simbol iman yang paling kuno itu?

Pen@ Katolik - Sel, 23/01/2018 - 20:35

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

33. Apa simbol-simbol iman itu?

Simbol-simbol iman adalah rumusan-rumusan yang diformulasikan, disebut juga ”pengakuan iman” atau ”syahadat”. Sejak awal mula berdirinya, Gereja merumuskan pengakuan iman ini secara sintetis dan mewariskannya dalam bahasa yang normatif dan umum bagi semua umat beriman.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 185-188, 192, 197

34. Apa simbol-simbol iman yang paling kuno itu?

Simbol-simbol iman yang paling kuno ialah pengakuan iman pembaptisan karena diberikan ”atas nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus” (Mat 28:19), pengakuan kebenaran-kebenaran iman dalam Sakramen Pembaptisan diformulasikan mengacu pada tiga Pribadi Tritunggal.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 189-191

35. Simbol-simbol iman apa yang paling penting?

Yang paling penting adalah Syahadat Para Rasul yang merupakan simbol pembaptisan kuno dari Gereja Roma dan Syahadat Nicea-Konstantinopel yang merupakan hasil dari dua Konsili ekumenis, yaitu Nicea (325 M) dan Konstantinopel (381 M); bahkan sampai sekarang, syahadat ini umum digunakan oleh semua Gereja besar di Timur dan Barat.

Teruslah membacanya dalam Katekismus Gereja Katolik 193-195

 

Renungan Harian, Rabu: 24 Januari 2018, Mrk. 4:1-20

Mirifica.net - Sel, 23/01/2018 - 19:00

LLAH mencurahkan rahmat-Nya kepada semua orang dan seluruh ciptaan. Akan tetapi, rahmat itu akan terus terpelihara dan berbuah hanya pada mereka yang setia pada perjanjian –Nya. Kesetiaan Daud dan Israel kepada Allah menjadikan mereka sebagai lahan yang subur bagi tumbuh-kembangnya rahmat Allah. Bangsa Israel kemudian berkembang menjadi bangsa yang besar dan kuat. Rahmat Allah juga ditabur Allah dalam hati semua orang.

Siapa saja bisa menerima anugerah-Nya. Namun, sejauh mana tawaran keselamatan itu kita tanggapi dan hayati?

Bagaimanapun bentuk tanggapan kita akan rahmat Allah, marilah kita ubah ke arah yang lebih baik. Segala hal yang kurang, kita jadikan cukup; yang sudah cukup, kita jadikan lebih. Kita selalu berupaya agar hati dan pikiran kita menjadi lahan subur bagi tumbuh-kembangnya rahmat dan firman Allah.

Ya Bapa, taburkanlah selalu benih rahmat dan keselamatan-Mu. Mampukanlah hati dan pikiranku untuk menumbuhkembangkannya agar menghasilkan buah berlimpah. Amin.

 

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit OBOR Indonesia

 

Setelah upacara perpisahan, Paus pulang ke Italia dan langsung ke Basilika Santa Maria Maggiore

Pen@ Katolik - Sel, 23/01/2018 - 18:38

Paus Fransiskus sudah tiba kembali di Vatikan setelah seminggu melakukan Kunjungan Apostolik ke Chili dan Peru. Dan seperti biasanya, segera setelah mendapat di Bandara Ciampino Roma, hari Senin 22 Januari pukul 14.15 waktu setempat, Paus segera berangkat ke Basilika Santa Maria Maggiore. Di sana Paus mengucapkan doa syukur di hadapan Patung Bunda Maria, Salus Populi Romani, seperti dikonfirmasi dalam sebuah tweet oleh direktur Kantor Pers Tahta Suci, Greg Burke.

Sebelum meninggalkan Peru, Paus Fransiskus mendesak rakyat Peru dalam upacara perpisahan di bandara untuk “mempertahankan pengharapan mereka.” Sebelum menaiki pesawat, Paus bertemu dengan Presiden Peru bersama istrinya.

Sebelumnya, setelah Misa di pangkalan udara Las Palmas di Lima, Bapa Suci, mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membuat perjalanannya memungkinkan. “Saya memulai ziarah saya di antara kalian dengan mengatakan bahwa Peru adalah tanah pengharapan. Sebuah tanah pengharapan karena keanekaragaman hayati dan keindahan alamnya, yang bisa membuat kita menemukan keberadaan Tuhan. Tanah pengharapan karena dari tradisi dan adat istiadatnya yang kaya, yang telah membentuk jiwa orang-orang ini. Tanah pengharapan bagi orang-orang mudanya, bukan kaum muda masa depan tapi juga kaum muda sekarang ini di Peru.”

Di depan sekitar 1,3 juta umat yang hadir dalam Misa itu, Paus Fransiskus kemudian mendorong orang-orang di negeri itu “untuk menemukan dalam kebijaksanaan kakek dan nenek mereka dan orang-orangtua mereka, DNA yang membimbing orang-orang kudus agung mereka.” Selain meminta mereka untuk tidak kehilangan akarnya, Paus mendorong mereka agar, “tidak takut menjadi orang-orang kudus abad XXI.”

Bapa Suci juga mengajak masyarakat Peru untuk “memelihara pengharapan kalian.” Menurut Paus, tidak ada cara yang lebih baik, untuk memelihara pengharapan mereka “daripada tetap bersatu, sehingga alasan-alasan pengharapan ini dapat tumbuh hari demi hari di hati-hati kalian.”

Kunjungan Paus Fransiskus ke Peru merupakan salah satu langkah perjalanannya ke Amerika Latin yang dimulai di Chili awal pekan ini.

Dalam konferensi pers di dalam pesawat saat penerbangan pulang ke Italia, Paus Fransiskus berbicara tentang kehangatan orang-orang di Chili dan Peru, serta membahas topik-topik beragam seperti pembelaannya terhadap seorang uskup yang dituduh menyaksikan pelecehan seksual, pernikahan dalam pesawat di udara yang dipimpinnya, dan kebijakan liberal beberapa pemerintah Amerika Selatan.(pcp berdasarkan beberapa berita Vatican News)

Delegasi Vatikan Kunjungi Vietnam

UCANews - Sel, 23/01/2018 - 17:47

Delegasi Vatikan telah bertemu dengan pejabat pemerintah di Vietnam untuk membahas nominasi untuk duta besar Vatikan dan beberapa calon uskup.

Dipimpin oleh Wakil Sekretaris Hubungan Antar-negara Vatikan Mgr Antoine Camilleri, delegasi Vatikan itu melakukan kunjungan lima hari pada 16-20 Januari lalu.

Sebuah sumber Gereja mengatakan kepada ucanews.com pada Kamis (18/1) bahwa delegasi Vatikan tersebut bekerja bersama Wakil Menteri Luar Negeri Bui Thanh Son dan juga mengunjungi Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc dari Komisi Hubungan Antar-agama dan beberapa instansi pemerintah.

“Kedua pihak telah membahas soal nominasi untuk wakil residen kepausan yang baru untuk Vietnam untuk masa yang akan datang, menggantikan Uskup Agung Leopoldo Girelli,” kata sumber itu.

Uskup Agung Girelli adalah wakil non-residen pertama Vatikan untuk Vietnam sejak negara itu bersatu kembali di bawah pemerintahan komunis pada 1975. Oktober lalu, ia ditunjuk sebagai duta Vatikan untuk Israel dan delegasi kepausan untuk Yerusalem dan Palestina. Ia berkarya di Vietnam selama tujuh tahun.

Namun para pejabat Vatikan dan Vietnam belum sepakat soal nominasinya, lanjut sumber itu.

Kedua pihak juga membahas nominasi untuk uskup di beberapa keuskupan yang masih belum memiliki pemimpin, seperti Keuskupan Phan Thiet dan Keuskupan Thanh Hoa.

Uskup Phan Thiet Mgr Joseph Vu Duy Thong meninggal dunia Maret tahun lalu. Sementara Keuskupan Thanh Hoa tidak memiliki pemimpin sejak Uskup Joseph Nguyen Chi Linh diangkat sebagai uskup Keuskupan Agung Hue pada 2016.

Juga dibahas nominasi lain untuk Keuskupan Agung Hanoi di mana Kardinal Peter Nguyen Van Nhon akan menginjak usia 80 tahun pada April nanti.

Ketua Konferensi Waligereja Vietnam, Uskup Agung Linh, mengatakan dalam wawancara dengan sebuah surat kabar Katolik asing Juli tahun lalu bahwa pejabat pemerintah tidak punya hak untuk mengajukan calon uskup tapi bisa menolaknya.

Ia mengatakan nominasi uskup untuk tiga keuskupan di Vietnam merupakan masalah yang lebih rumit ketimbang masalah yang dihadapi ketiga keuskupan itu sendiri.

Peraturan tentang agama dan keyakinan yang baru pertama di Vietnam mulai berlaku 1 Januari lalu. Menurut peraturan ini, nominasi dan penahbisan yang berkaitan dengan unsur agama harus disetujui oleh pemerintah.

Sumber itu mengatakan delegasi Vatikan juga bekerjasama dengan pejabat pemerintah Vietnam tentang kemungkinan membentuk pusat pendidikan yang dikelola oleh Gereja Katolik di negara itu. Organisasi agama sekarang diijinkan untuk mengelola sekolah keperawatan.

Delegasi Tahta Suci yang beranggotakan Mgr Francis Cao Minh Dung dari Sekretariat Negara Vatikan dan Mgr Yovko Genov Pishtiyski dari Nunsiatur Apostolik di Singapura itu mengunjungi Keuskupan Agung Hanoi, Keuskupan Agung Hue dan Keuskupan Agung Ho Chi Minh City. Delegasi ini juga mengunjungi Keuskupan Phat Diem di mana komplek Katedral Phat Diem yang sudah kuno dan bergaya oriental ditetapkan menjadi situs warisan nasional.

Delegasi tersebut merayakan Misa khusus di Tempat Ziarah Nasional yang berusia 220 tahun, yakni Bunda Maria dari La Vang yang terletak di bagian tengah Propinsi Quang Tri.

Vietnam dan Tahta Suci mendirikan sebuah kelompok kerjasama yang secara rutin membahas berbagai isu yang dihadapi Gereja di Vietnam sejak 2009.

Pada 19 Januari lalu, Kantor Berita Vietnam melaporkan bahwa Perdana Menteri Phuc mengungkapkan rasa senang atas bertahannya kelompok kerjasama itu karena melalui kelompok ini kedua pihak telah menjalin dialog untuk meningkatkan saling pengertian dan mengatasi berbagai masalah.

Phuc mengatakan Vietnam ingin meningkatkan hubungan baik dengan Tahta Suci, termasuk pertukaran delegasi pejabat tingkat tinggi.

Menurut laporan, Menteri Luar Negeri Pham Binh Minh meminta Tahta Suci untuk terus menerus meminta umat Katolik di Vietnam untuk secara aktif terlibat dalam pembangunan dan perlindungan nasional serta menaati kebijakan dan peraturan pemerintah.

 

Pelita Hati: 24.01.2018 – Tanah yang Baik: Hati tak Mendengki

Sesawi.Net - Sel, 23/01/2018 - 17:00
Bacaan Markus 4:1-20 Dan  akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.” (Mrk.4:20) PERUMPAMAAN tentang seorang penabur ini membawa kita pada satu kesadaran bahwa hendaknya kita menjadi tanah […]

Pemerintah Segera Bangun Universitas Islam Internasional Indonesia 

UCANews - Sel, 23/01/2018 - 16:48

Pemerintah akan membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, pada pertengahan tahun ini sebagai upaya untuk mencegah ekstremisme Islam dan menyebarkan nilai-nilai agama Islam yang damai di seluruh dunia.

Melalui UIII, masyarakat internasional bisa belajar tentang “Islam moderat” yang berkembang di Indonesia, kata Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Kamis (18/1).

“UIII ini dibentuk bukan hanya untuk menjawab kebutuhan domestik, tetapi untuk menjawab kebutuhan masyarakat internasional. Untuk memperkokoh kepemimpinan Indonesia di dunia internasional, terutama umat Islam internasional,” lanjutnya.

Menurut Presiden Jokowi, sejumlah pemimpin negara Islam pada pertemuan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jakarta tahun 2016 mengatakan kepadanya bahwa generasi muda Timur Tengah akan merasakan manfaat dari studi Islam di Indonesia.

Untuk membangun UIII, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 143 hektar di wilayah itu dan mengalokasikan anggaran pembangunan sebesar 3,9 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Komaruddin Hidayat, rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan anggota panitia pembangunan, mengatakan pembangunan UIII akan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.

“Melalui UIII, para ulama, cendekiawan dan intelektual bisa berkontribusi bagi masyarakat dunia,” katanya kepada ucanews.com.

Langkah tersebut muncul di tengah kekhawatiran akan meningkatnya pengaruh kelompok-kelompok garis keras di dunia politik seperti yang terjadi pada pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun lalu.

Sejumlah kelompok garis keras berperan dalam kekalahan calon gubernur DKI Jakarta waktu itu, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

Pastor Antonius Benny Susetyo, sekretaris Dewan Nasional Setara Institute, mengatakan UIII menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menjamin bahwa Indonesia tetap merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim yang moderat.

“Dengan membangun UIII, Presiden Jokowi ingin mengatakan kepada kita dan seluruh dunia bahwa tidak ada ruang bagi ekstremisme di Indonesia,” katanya.

“Tentu jika cita-cita moderat disebarkan di seluruh dunia maka perdamaan niscaya terwujud,” katanya.

 

BBM Satu Harga, Resep Jokowi Wujudkan Persatuan Indonesia - indonews.id

Google News - Sel, 23/01/2018 - 16:09

indonews.id

BBM Satu Harga, Resep Jokowi Wujudkan Persatuan Indonesia
indonews.id
ID - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka Kongres Nasional XXX dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXIX Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/1). Mengawali sambutannya ...

Total Oil Indonesia Gelar Safety Riding Clinic di Unika Soegijapranata - Tribun Jateng

Google News - Sel, 23/01/2018 - 15:29

Tribun Jateng

Total Oil Indonesia Gelar Safety Riding Clinic di Unika Soegijapranata
Tribun Jateng
Sebelumnya kami menggelar di Undip Semarang pada 29 November 2017 dan UNS Solo, 7 Desember 2017," jelas VP Retail and Marketing PT Total Oil Indonesia, Christopher Kasidi. Christopher mengutarakan, tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas serta ...

Google News

Menpora ingin mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesia menjadi SDM berkualitas - merdeka.com

Google News - Sel, 23/01/2018 - 14:45

merdeka.com

Menpora ingin mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesia menjadi SDM berkualitas
merdeka.com
Merdeka.com - Setelah mendampingi Presiden padaKongres Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Menpora Imam Nahrawi mengakhiri kunjungan kerja dengan memberikan semangat kepada para mahasiswa Politeknik Olahraga Indonesia ...

Menhub Budi Ajak Pemuda Untuk Bersama Membangun Bangsa Indonesia - Detak.Co (Siaran Pers) (Blog)

Google News - Sel, 23/01/2018 - 14:23

Detak.Co (Siaran Pers) (Blog)

Menhub Budi Ajak Pemuda Untuk Bersama Membangun Bangsa Indonesia
Detak.Co (Siaran Pers) (Blog)
PALEMBANG – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemuda untuk membangun seluruh daerah di Indonesia secara bersama-sama. Oleh karenanya konektivitas menjadi suatu keharusan agar Indonesia tetap menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ...

and more »

Album: Cinta Umat Katolik Keuskupan Surabaya kepada Para Pastor CM yang Sudah Almarhum

Sesawi.Net - Sel, 23/01/2018 - 14:13
BERIKUT  ini paparan album foto proses pemakaman kembali kerangka jenazah para imam Congregatio Missionis (CM) dari TPU Kembang Kuning di Surabaya ke Tempat Pemakaman Para Imam CM di Kerkop Pohsarang, Kediri, Jawa Timur. Adalah para imam Jesuit dan kemudian para imam CM yang di awal sejarah Gereja Lokal di Jawa Timur pertama-tama  berkiprah membangun Keuskupan […]

RIP Sr. Maria Petronella Naibaho FSE di RS St. Elisabeth Medan, Misa Requiem dan Pemakaman Rabu (24/1/18)

Sesawi.Net - Sel, 23/01/2018 - 13:45
KABAR duka kali ini datang dari Medan, Sumatera Utara. Melalui jaringan kerja dengan Kongregasi Suster-suster Fransiskanes St. Elisabeth di Medan yakni Sr. Bernadette Saragih FSE, Redaksi menerima kabar lelayu sebagai berikut. Telah meninggal dunia dengan tenang di RS St. Elisabeth di Medan pada hari Senin tanggal 22 Januari 2018: Sr. Maria Petronella Naibaho FSE, suster […]

Presiden Jokowi: Kebijakan BBM Satu Harga Cegah Terjadinya Ketimpangan - Industry

Google News - Sel, 23/01/2018 - 13:06

Industry

Presiden Jokowi: Kebijakan BBM Satu Harga Cegah Terjadinya Ketimpangan
Industry
INDUSTRY.co.id - Palembang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres Nasional XXX dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXIX Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/1/2018 ...

Dampingi Presiden, Menpora ajak pemuda PMKRI jaga kebhinekaan - merdeka.com

Google News - Sel, 23/01/2018 - 12:31

merdeka.com

Dampingi Presiden, Menpora ajak pemuda PMKRI jaga kebhinekaan
merdeka.com
Merdeka.com - Presiden Joko WIdodo membuka Kongres Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ke-30 dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota ke-29, di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/1 ...
Menpora Meyakini Komitmen PMKRI Jaga NKRI Sehidup SematiHarian Terbit

all 6 news articles »

Pembangunan Rumah Romo Projo Keuskupan Atambua Dimulai

Sesawi.Net - Sel, 23/01/2018 - 12:24
RUMAH penginapan baru untuk para imam di Keuskupan Atambua (KA) mulai dibangun. Upacara pembanguan diawali dengan ibadat sabda sekaligus peletakan batu pertama oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, di Emaus, Senin, (22/1/2018). Upacara ini dihadiri oleh sejumlah besar imam, biarawan-biarawati dan para agen pastoral. Pembangunan rumah penginapan yang diberi nama Santo Thomas Aquinas, […]

Ajaran yang Melegakan

Sesawi.Net - Sel, 23/01/2018 - 12:15
SETELAH memanggil murid-murid pertama, Yesus mengawali kegiatan-Nya di Kapernaum dengan mengajar di sebuah tempat ibadat. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya. Pada kesempatan itu juga,  Ia mengeluarkan roh jahat dari orang yang kerasukan. Orang banyak mulai bertanya-tanya apa sebenarnya yang sedang terjadi. Dan sejak itu tersiarlah berita tentang dia di seluruh wilayah Galilea. Peristiwa ini dikisahkan dalam […]

Pakistan Buka Kembali Gereja Menyusul Protes

UCANews - Sel, 23/01/2018 - 11:45

Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di Pakistan barat laut telah mengizinkan enam gereja Kristen dibuka kembali, setelah dua minggu ditutup paksa karena alasan keamanan, kata perwakilan minoritas.

Gereja-gereja  rumah itu berada di Abbottabad, kota di mana pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden ditemukan dan terbunuh dalam sebuah serangan oleh pasukan komando Angkatan Laut Amerika Serikat (AS)  tahun 2011.

Larangan yang mengejutkan tersebut, yang terjadi tak lama setelah AS menempatkan Pakistan dalam daftar khusus yang harus diperhatikan untuk pelanggaran berat kebebasan beragama, hal itu membuat marah pemimpin minoritas dan aktivis hak asasi manusia yang menyebut tindakan tersebut diskriminatif.

Larangan tersebut dibatalkan oleh Khyber Pakhtunkhwa lewat juru bicara Asad Qaiser ketika masalah tersebut diajukan oleh anggota parlemen oposisi di majelis provinsi.

“Semua gereja mendapat izin verbal untuk membuka kembali dan beribadah sesuai dengan kepercayaan dan agama mereka. Kami mengharapkan untuk segera mendapat perintah tertulis,” kata Pastor Christopher Shakar dalam sebuah pernyataan.

“Kami bersyukur atas dukungan semua orang karena menyertai kami saat kami menghadapi kesulitan untuk menyembah Tuhan kami. Tuhan telah membuktikan sekali lagi dia selalu bersama kita.”

Menurut pastor, Misa hari Minggu juga diadakan di gereja-gereja.

Basharat Khokhar, seorang aktivis hak minoritas, telah mengutuk pemerintah Khyber Pakhtunkhwa karena perilaku merugikan terhadap agama minoritas.

“Di satu sisi, pemerintah ingin membayar miliaran rupee kepada ulama Muslim, sementara di sisi lain pihaknya menutup tempat ibadah Kristen,” kata Khokhar.

Pada 18 Januari, Kepala Menteri Khyber Pakhtunkhwa Pervez Khattak menyetujui sebuah rencana untuk memberikan uang saku bulanan sebesar 10.000 rupee (US$ 100) kepada ribuan pemimpin doa Muslim dalam sebuah skema yang akan menelan biaya 3 miliar rupee.

Pastor Arshad Nayer, seorang imam Katolik setempat, mengatakan bahwa pemerintah “akan memberikan pesan buruk kepada kaum minoritas” jika tidak menarik keputusan untuk menutup gereja-gereja tersebut.

“Alih-alih memberikan keamanan untuk gereja-gereja tersebut, pemerintah justru merasa nyaman dengan menutupnya,” katanya.

 

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia agregator