Bacaan Injil hari Rabu Abu (2 Kor 5:20-6:2) tgl. 10 Feb 2016

Rekan-rekan yang baik!
Dalam suratnya kepada orang Korintus yang dibacakan pada hari Rabu Abu tanggal 10 Februari 2016 ini Paulus mengimbau umat agar membiarkan diri didamaikan dengan keilahian lewat pengorbanan Kristus. Orang Korintus diajak Paulus agar tidak lagi menganggap Allah sebagai ganjalan dalam hidup mereka. Itulah yang dimaksud dengan berdamai denganNya. Apa yang mengakibatkan orang dikatakan tidak berdamai dengan Allah atau bermusuhan denganNya? Berdosa? Tentunya demikian, akan tetapi tidak sesederhana ini: manusia berdosa, maka tidak lagi beres, oleh karenanya retaklah hubungan dengan Yang Ilahi dan begitu seterusnya. Tidak seperti itu. Lebih dalam. Lebih manusiawi. Lebih ilahi. Bagaimana penjelasannya?

Bacaan Injil hari Minggu Biasa ke-V/C tgl. 7 Feb 16 (Luk 5:1-11)

APA ARTI "MENJALA MANUSIA"?

Rekan-rekan yang budiman!

Nabi Yesaya terpukau oleh para makhluk surgawi yang khidmat memuji kebesaran Tuhan yang Maha Kudus. Saat itu juga ia merasa segera akan luluh binasa karena mendapati diri "kotor". Ayat-ayat dari Yes 6:1-2a.3-8 itu diperdengarkan dalam bacaan pertama bagi Minggu Biasa V tahun C. Kemudian Injil Luk 5:1-11 diceritakan bagaimana Simon menyaksikan keajaiban yang terjadi serta-merta kata-kata Yesus diturutinya. Tetapi ia saat itu juga merasa diri pendosa dan mohon agar Yesus - yang disapanya sebagai Tuhan - menjauhinya. Tidak tahan ia berdekatan dengan Yang Ilahi. Yesaya dan Simon sama-sama dilanda kekuatan sabda ilahi dan merasa tak pantas.

Bacaan Injil hari Minggu Biasa ke- IV C tgl. 31 Jan 15 (Luk 4:21-30)

Rekan-rekan yang budiman!
Bacaan Minggu Biasa IV tahun C kali ini ialah Yer 1:4-5; 17-19; 1 Kor 12:31-13,13; Luk 4:21-30. Injil-nya amat erat berhubungan dengan petikan yang dibacakan Minggu lalu, yakni pengajaran Yesus di rumah ibadat di Nazaret. Orang-orang terpesona oleh kata-katanya yang indah tetapi juga mereka mulai mempertanyakannya. Mengapa?

Bacaan Injil hari Minggu Biasa ke-II/Th C tgl. 17 Jan 2016 (Yoh 2:1-11)

MENGENALI KARUNIA ROHANI

Pada hari Minggu Biasa II tahun C dibacakan Yoh 2:1-11 bersama dengan Yes 62:1-5 dan 1Kor 12:4-11. Bacaan-bacaan ini mendorong kita untuk semakin menyadari bahwa Tuhan berkenan hadir di tengah-tengah manusia dengan macam-macam karunia yang diberikan-Nya demi kesejahteraan bersama. Itulah dasar kesatuan dan kegembiraan yang sungguh.

Imam Diosesan di Tengah Arus Zaman

IMAM DIOSESAN DI TENGAH ARUS ZAMAN
(Inti Sari Ret-Ret Imam Unio Keuskupan Denpasar)
Oleh: RD Eman Ano

Selagi bumi tak berhenti berputar mengelilingi matahari, maka dunia dengan ruang dan waktu yang menghiasinya takkan pernah berhenti untuk berubah-ubah. Maka yang kekal adalah perubahan menjadi kebenaran yang tak terbantahkan sebagaimana telah dikumandangkan Herakleitos, filsuf kuno, yang pemikirannya itu malah tak pernah kuno.

Retret Imam Unio Keuskupan Denpasar

Kegiatan tahunan Unio Keuskupan Denpasar 2015 adalah Retret Imam. Menarik bahwa retret Unio keuskupan Denpasar 2015 dibimbing oleh Pastor Paroki Gianyar yang telah merayakan 25 tahun imamat. Dengan tema: "Imam Diosesan di tengah Arus Zaman." Dalam retret itu ada beberapa sesi: pertama. Panggilan Murid-Murid, Imam" Pelayan Iman, Ekaristi sumber spiritualitas hidup imam, Imam dan Kepemimpinan, Imam : Pewarta Sabda Tuhan. Dalam persoalan hidup imam diosesan ditemukan banyak terjadi tabrakan kehidupan yang tidak jarang membuat luka-luka batin.

Spiritualitas Dialog

Pada tahun 1999 s/d 2004 di Maluku terjadi sebuah tragedi kemanusiaan yang mengerikan. Memang ada banyak penyebab dari targedi kemanusiaan ini. Namun salah satu penyebab yang sangat jelas ialah konflik antar-umat beragama, yakni antara umat Kristen Protestan dan umat Muslim. Konflik ini diwarnai dengan saling balas dendam, saling mengancam, saling benci, saling menyerang, bahkan saling membunuh. Agama yang sebenarnya merupakan sumber perdamaian telah digunakan sebagai pemicu konflik dan kekerasan. Karena itu benarlah apa yang dikatakan oleh Dr.

Tags: 

Halaman