unio

Temu UNIO Regio Jawa, Bogor, 18–21 Sept 2018

Temu UNIO Regio Jawa, Bogor, 18-21 September 2018

Temu UNIO Regio Jawa

Berita-berita bisa dilihat di:

Website Keuskupan Bogor
Website SESAWI (1) (2) (3) (4)
Website RADAR Bogor

Temu UNIO Regio (TUR) Papua V, Timika, 9-16 Juli 2018

Temu UNIO Regio (TUR) Papua V, Timika, 9-16 Juli 2018


Tema: Imam Beraroma Tungku Api

"Imam Projo Papua Bersama Umat dalam Semangat Gerakan Tungku Api Keluarga (GERTAK) sebagai Gerakan Penyelamatan Manusia dan Alam Papua menuju Gereja yang Solider dengan Duka dan Kecemasan Manusia di Tengah Pluralisme"


Berita-berita mengenai TUR (Temu Unio Regio) ini bisa juga dilihat di:
UCANews
Suara Papua.com
PapuaToday.ID



OGF Unio Indonesia Gelombang II 14- 18 Mei 2018

OGF CEFREL Training gelombang II

On going Formation Pelatihan Civic Education For Religious Leaders ( CEFREL) Gelombang II, Yogyakarta 14-18 Mei 2018 - Regio Kalimantan, Regio Nusra, dan Regio Papua

Hari Studi Unio Keuskupan Denpasar 23 - 25 April 2018

Hari Studi Unio Keuskupan Denpasar 23 - 25 April 2018

Hari Studi Romo Unio Keuskupan Denpasar dengan tema "Menjadi Pemimpin yang Transformatif dan Pembelajar di Jaman Now."

Kegiatan On Going Formation Imam - Imam Diosesan Gelombang I, di Balai Latihan Satunama Yogyakarta 23- 27 April 2018

OGF

Pelatihan Civic Education for Religious Leaders (CEFREL)

Imam Diosesan di Tengah Arus Zaman

IMAM DIOSESAN DI TENGAH ARUS ZAMAN
(Inti Sari Ret-Ret Imam Unio Keuskupan Denpasar)
Oleh: RD Eman Ano

Selagi bumi tak berhenti berputar mengelilingi matahari, maka dunia dengan ruang dan waktu yang menghiasinya takkan pernah berhenti untuk berubah-ubah. Maka yang kekal adalah perubahan menjadi kebenaran yang tak terbantahkan sebagaimana telah dikumandangkan Herakleitos, filsuf kuno, yang pemikirannya itu malah tak pernah kuno.

Bumi atau dunia dengan ruang dan waktu yang berubah-ubah itu kita kategorikan sebagai zaman. Umumnya oleh Filsafat, zaman itu terbagi atas kuno-modern-postmodern dan kontemporer. Apapun bentuk dan kondisi zaman yang ada, yang pasti ada perubahan di setiap zaman. Dan dalam proses menuju perubahan selalu ada arus yang bermain, yang kadang bergerak cepat-lambat, pasang-surut. Dalam arus zaman itulah “the special calling”, para imam diosesan berkiprah dan berjuang menabur dan mewartakan benih Kerajaan Allah yang telah dimulai oleh Sang Guru Imam Agung Yesus Kristus. Pertanyaan mendasar di sini yakni: Mampukan para imam Diosesan mendayung dan bergerak maju dalam arus zaman yang ada? Dengan mengusung kekuatan iman bahwa “bagi Allah tidak ada yang mustahil”, maka mampu dan bisa merupakan jawaban yang dapat diberikan.

Sebagai Para Imam Diosesan di Keuskupan Denpasar, yang mencakup Bali dan NTB, dengan sikon yang ada telah dan akan selalu memberikan arus zaman yang menantang dan musti dihadapi untuk dilalui dengan dan bersama Yesus Sang Guru. Maka, ret-ret kali ini yang mengambil tema IMAM DIOSESAN DI TENGAH ARUS ZAMAN, sebenarnya mencerminkan keseriusan dan kesanggupan kami untuk siap berjuang dan bergulat melintasi arus zaman yang ada untuk menabur-menumbuhkembangkan (atau dalam bahasa Sinode III Keuskupan Denpasar), memancarkan wajah Kristus dalam arus zaman yang sedang dan terus bergelora di Keuskupan ini.

Imam Diosesan: Butuh kerohanian dan pembebasan bagi Perubahan

Ret-ret UNIO Keuskupan Denpasar yang berlangsung di Batu Riti-Bedugul, pada, 31 Agustus – 5 September 2015 dibuka dengan Perayaan Ekaristi Kudus, yang dipimpin langsung oleh Pendamping Ret-Ret, Rm. Dr. Dominikus Gst Bgs Kusumawanta, Pr. Pastor Paroki Gianyar, yang pada tahun ini merayaan perak imamatnya, melalui kotbahnya menantang dan mengajak para imam untuk mengintrospeksi diri sambil bertanya: Apakah yang menjadi branding, kekhasan utama di Keuskupan kita, yang dengan mengacu padanya kita bergerak dan berjuang sebagai agen pastoral di Keuskupan ini pada zaman ini? Refleki atas pertanyaan tersebut dengan berinspirasikan Injil Lukas 4 yang bagi beliau dipandang sebagai revolusi sosial Yesus, memunculkan tiga kebutuhan berikut: Pertama, Imam Diosesan perlu kerohanian untuk perubahan; Kedua, perlu pembebasan untuk perubahan dan Ketiga, perlu selalu menjaga persekutuan (communion) dengan Tuhan, sesama dan umat untuk memperjuangkan perubahan.

Imam itu “A person set apart of God”

Pergumulan mendalami tema ret-ret kali ini, diawali dengan membangkitkan kembali refleksi essensial dari eksistensi seorang imam. Bahwa panggilan imam itu bermula dari kerinduan, keinginan Tuhan karena cintaNya untuk pribadi terpanggil. “Mari, ikutilah Aku” (Mrk. 2:14). Tuhan yang punya inisiatif. Menjadi imam itu pilihan Tuhan (Luk. 6:13), penetapan Tuhan, penetapan Illahi dan berlaku SELAMANYA (karakter infilibilitas:tak terhapuskan). Penetapan itu internal, bukan eksternal, dari dalam Kehendak Tuhan. Panggilan itu khusus dari Allah karena kita menjadi pribadi yang istimewa. Imam itu “A person set apart of God” (Luk 6:12-16). Imam terpanggil pada kekudusan dan kemuliaan Allah. Imam itu reperesanti dari Sang Guru kita Yesus Kristus. “Disciple attached to the master”. Tugas imam yakni berdoa. “Prayer is breath of the disciple life”. Lalu mewartakan Sabda Tuhan. “Listen to the world of the Master”.

Disposisi Imam di Tengah Arus Zaman

Zaman ini, dengan arus dan pergerakannya yang begitu cepat telah memberikan perubahan yang signifikan. Perubahan itu, bagi para imam yang juga berada dan berjuang bagi menabur dan menumbuhkembangkan Kerajaan Allah di dunia menjadi tantangan yang menarik. Saya lalu teringat dengan sebuah istilah theologi dogmatic yang pernah dikemukakan oleh dosen favorit saya waktu kuliah di STFK Ledalero, yang hemat saya bisa melukiskan situasi itu: “Tremendum et fascinosum”: sebuah situasi yang menakutkan tapi menarik dan sayang kalau tidak digenggam dan digeluti. Arus zaman ini, dengan perubahan yang menjadi tantangan itu memang di satu sisi menakutkan, tapi di sisi yang lain disayangkan untuk tidak digenggam atau dibiarkan berlalu tanpa kita para imam “menceburkan” diri atau “bertolak ke kedalaman” untuk mengendus, menemukan dan menebarkan benih Kerajaan dan kemuliaan Allah di dalamnya. Imperatif Yesus kepada para muridNya untuk pergi, kamu diutus juga mengandung arti bahwa kita perlu pergi, masuk dan bergulat dalam arus zaman yang sedang berkembang dan menggelora untuk “menemukan” dan “menampakan” keselamatan dan kemuliaan Allah bagi dunia.

Para Imam Diosesan merupakan imam yang telah-sedang dan akan selalu diutus dalam arus zaman yang sedang terjadi. Salah satu identitas zaman ini yakni adanya wajah lesu dari pribadi-pribadi yang “lelah” memperjuangkan kehidupan dalam zaman yang serba kompetitif dan bergerak begitu cepat, yang oleh Arbi Sanit, dalam bukunya: Mega trend 200O, dilukiskan sebagai sikon yang bergerak begitu cepat, dan kita manusia lari terbirit-birit mengejar ketertinggalan yang terjadi. Pertanyaannya, bagaimana para imam memposisikan diri dalam arus zaman yang terjadi seperti itu?

Kumpulan Foto dan Video Munas XI

Disiapkan di YouTube oleh: Nendro Saputro (dari majalah mingguan HIDUP).

Pastor Siprianus Hormat Pr menjadi Ketua Unio Indonesia

Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 Unio Indonesia, paguyuban imam-imam diosesan atau projo (Pr), yang dilakukan di Ambon memilih Pastor Siprianus Hormat Pr sebagai ketua Unio Indonesia periode 2014-2017, menggantikan Pastor Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta Pr dari Keuskupan Denpasar.

Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC melantik Pastor Siprianus bersama badan pengurusnya dalam Misa di Katedral Ambon tanggal 7 Oktober 2014. Presiden Internasional dari Apostolic Union of the Clergy (UAC) Mgr Giuseppe Magrin dari Roma, dua imam diosesan dari Timor Leste, umat keuskupan, serta para imam dan suster dari Keuskupan Amboina, serta berbagai undangan memenuhi gereja itu. Pemilihan pengurus itu sudah dilakukan tanggal 2 Oktober 2014.

Pastor Siprianus adalah imam diosesan dari Keuskupan Ruteng yang kini bekerja sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Seminari dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Badan Pengurus Unio Indonesia yang terpilih lainnya adalah:
Pelindung: Mgr Blasius Pujaraharja Pr
Penasehat: Mgr Vinsen Sensi Potokota Pr dan Mgr Agustinus Agus Pr
Ketua: Pastor Siprianus Hormat Pr
Wakil Ketua: Pastor Dominikus Gusti Bagus Kusumawanta Pr
Sekretaris I: Pastor PC Siswantoko Pr
Sekretaris II: Pastor Simon Lili Tjahjadi Pr
Bendahara I: Pastor Paulus Wirasmohadi Pr
Bendahara II: Pastor Eman Belo Sedo Pr
Kepala Pastoran Unio Indonesia: Pastor Guido Suprapto Pr
Bidang Komunikasi: Pastor Yustinus Ardianto Pr

Anggota:
Ketua Regio Jawa: Pastor Antonius Garbito Pambuaji Pr
Ketua Regio Sumatera: Pastor Yakobus Hariprabowo Pr
Ketua Regio Kalimantan Barat: Pastor Jhon Rustam Pr
Ketua Regio Kalimantan Timur: Pastor Anton B Doso Pr
Ketua Regio MAM: Pastor Stefanus Chandra Putra Endak Pr
Ketua Regio Nusra: Pastor Ferry Dhae Pr
Ketua Regio Papua: Pastor Izaak Bame Pr

Misa konselebrasi bersama 123 imam bersama Mgr Giuseppe Magrin, Pendiri dan Penasehat Unio Indonesia Mgr Blasius Pujaraharja Pr, Mgr Mandagi, Mgr Agustinus Agus Pr, Mgr Vincentius Sensi Potokota Pr, Mgr Joseph Suwatan MSC, Mgr Datus Hilarion Lega Pr, Mgr Silvester Tung Kiem San Pr untuk menutup munas dan meresmikan pengurus baru itu dirayakan juga sebagai Misa Syukur 20 Tahun Tahbisan uskup Amboina Mgr Mandagi, 50 Tahun Tahbisan Episcopat Uskup Emeritus Mgr Andreas Sol MSC, Peringatan 480 Tahun Imam Diosesan Berkarya di Indonesia, Peringatan 480 Tahun Misi Gereja Katolik di Maluku, dan Peringatan 469 Tahun Fransiskus Xaverius Tiba di Ambon.

Menurut Laporan Pertanggungjawaban yang dibacakan oleh Pastor Kusumawanta, di masa kepemimpinannya Unio Indonesia yang kini memiliki 2017 anggota di 37 keuskupan di Indonesia, telah menjalankan kegiatan-kegiatan pengembangan kehidupan imamat para anggota melalui kegiatan-kegiatan persaudaraan, serta pembinaan spiritual, mental dan intelektual, yang semuanya “berguna bagi karya pelayanan imamat.”

Selama tiga tahun masa kepemimpinan, lanjut imam itu, badan pengurusnya telah melaksanakan berbagai program di semua regio agar para anggota Unio Indonesia memiliki kehidupan spiritualitas yang baik dan sehat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Kursus Spiritualitas Imam Diosesan di Pusat Spiritualitas Girisonta Ungaran, Jawa Tengah, dan kegiatan bina lanjut atau on-going formation di setiap regio dan di tingkat nasional (Muntilan 2012) bertemakan Imam dan Katekese.

Munas itu dimulai dengan Misa di Katedral Ambon dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi dengan pemukulan tifa di rumah Gubernur Maluku oleh Duta Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi bersama Gubernur Maluku, uskup Amboina, Ketua Unio Indonesia 2011-2014 dan Ketua Panitia Munas Unio XI di Ambon. Tercatat 13 uskup datang menghadiri Munas XI Unio Indonesia itu.

Penutupan dalam Misa di katedral yang sama ditandai dengan penyerahan bendera Unio Indonesia dari Pastor Kusumawanta kepada Pastor Siprianus Hormat, yang lalu menyerahkan bendera itu kepada seorang imam wakil Keuskupan Agung Palembang, yang akan menjadi tuan rumah Munas XII Unio Indonesia tahun 2017. Munas Unio Indonesia yang pertama dilaksanakan di Jakarta tahun 1983.

Setiap keuskupan mengirim wakil-wakil Unio Keuskupan sebagai imam peserta, yakni 1 peserta dari setiap keuskupan dengan jumlah 1-50 imam diosesan, 2 dari keuskupan dengan 51-100 imam diosesan, 3 dari keuskupan dengan 101-150 imam, dan 4 dari keuskupan dengan 150-200 imam. Dalam setiap munas, para imam mengikuti empat bentuk kegiatan. Pertama adalah sidang, studi, refleksi, sharing dan diskusi; kedua live-in dan analisa sosial di tengah umat; ketiga perayaan Ekaristi, ibadat, doa dan kegiatan rohani lainnya; dan keempat rekreasi dan kegiatan persaudaraan lainnya. (paul c pati)

sumber: http://penakatolik.com/2014/10/11/pastor-siprianus-hormat-pr-menjadi-ket...

Tags: 

TOR Musyawarah Nasional XI Unio Indonesia di Ambon

Musyawarah Nasional XI Unio Indonesia

Ambon, 01 s/d 08 Oktober 2014



Panitia Pengarah :

 

Ketua : RD. Gst Bgs Kusumawanta

d.a. Paroki St. Maria Ratu Rosari

Jln Mulawarman 92a, Gianyar 80515 Bali

Telpon : 0361 - 943457

HP : 081337033636

Email : dwanta61@gmail.com

Sekretaris : RD Yohanes Dwi Harsanto

HP : 081310614353

Email : dwi_harsanto@yahoo.com

Panitia Pelaksana :

 

Ketua : RD. Agustinus Arbol,

d.a. Keuskupan Amboina

Jln. Pattimura, 96 Ambon, 97124

Telpon : 0911 - 355164

Fax : 0911- 352556

HP : 081343140543

Email : agustinusarbol@ymail.com

Sekretaris : RD. Costan Fatlolon

HP : 081343279449

Email : costan_fatlolon@yahoo.com

 

  1. Latar Belakang Kegiatan :

Unio Indonesia adalah wadah persaudaraan Imam-Imam Diosesan se-Indonesia yang didirikan pada Musyawarah Nasional I Unio Indonesia di Jakarta tahun 1983. Unio Indonesia adalah Federasi dari Unio Keuskupan-Keuskupan se-Indonesia. Imam diosesan saat ini berjumlah sekitar 2018 imam. Setiap tahun ditahbiskan sekitar 90 imam diosesan dari 37 keuskupan se-Indonesia. Unio Indonesia menyelenggarakan Musyawarah Nasional setiap 3 tahun. Berturut-turut Munas diadakan di Jakarta (1983), di Malang (1986), di Yogyakarta (1989), di Salam (1992), di Bandung (1995), di Jakarta (1999), di Surabaya (2002), Palasari Bali (2005), Makassar (2008), Sintang (2011). Munas terakhir di Sintang memberi tugas kepada Pengurus Unio Indonesia untuk mengadakan Munas XI pada tahun 2014 di Keuskupan Amboina dengan tujuan untuk meningkatkan persaudaraan dan kerasulan para imam diosesan seluruh Indonesia dalam pelayanannya bagi umat dan masyarakat.

 

  1. Tema Kegiatan :

 

Munas XI akan menggunakan tema “Misi, Dialog dan Perdamaian”. Tema ini dijadikan perspektif untuk mengolah semua kegiatan selama Munas, baik kegiatan yang bersifat refleksi dan diskusi, maupun kegiatan kerohanian dan keakraban.

 

  1. Tujuan Kegiatan :

  1. Mempererat persaudaraan dan mengembangkan jaringan komunikasi antar imam diosesan se-Indonesia. Unio pertama-tama adalah paguyuban persaudaraan, maka setiap kegiatan Unio seharusnya selalu diupayakan untuk membangun persaudaraan.

  2. Menumbuhkan Kolegalitas diosesan yang berakar dan terlibat dalam konteks kongkret umat dan masyarakat setempat dengan segala harapan, keprihatinan, tantangan, dan peluangnya. Kolegalitas diosesan tidak hanya menyangkut kolegalitas yang dibangun oleh uskup, melainkan kolegalitas keuskupan yang dibangun oleh uskup, imam diosesan, lembaga hidup bakti, dan semua umat beriman lainnya secara bersama-sama.

  3. Meningkatkan kualitas hidup dan karya Misioner imam-imam diosesan Indonesia dan mengembangkan sikap kepemimpinan yang kolegial dan partisipatoris. Unio bukan hanya diadakan demi persaudaraan, namun lewat persaudaraan diharapkan Unio membantu meningkatkan kualitas hidup dan karya pada imam diosesan.

  4. Merumuskan Pengembangan misi Imam diosesan dalam konteks kultur Para Imam diosesan harus dapat berkarya dalam kebudayaan dari masyarakat setempatnya, dalam hal ini dalam kebudayaan Tana Toraja.

  5. Menentukan Agenda Kerja Pengurus Unio Indonesia Periode 2014-2017. Dalam agenda kerja diharapkan ada beberapa pokok program kerja yang seharusnya dapat dilaksanakan oleh Pengurus Unio Indonesia.

  6. Memilih Pengurus Unio Indonesia Periode 2014-2017. Pengurus yang baru diharapkan dapat melaksanakan agenda kerja yang sudah ditetapkan oleh Munas.

 

  1. Bentuk Kegiatan :

  1. Live in dan analisa sosial di tengah umat.

  2. Sidang, Studi, Refleksi, sharing, dan diskusi.

  3. Perayaan Ekaristi, ibadat, doa, dan kegiatan rohani lainnya.

  4. Rekreasi dan kegiatan persaudaraan lainnya

 

  1. Waktu dan Acara Kegiatan : MUNAS XI Unio Indonesia di Keuskupan Amboina, tgl 1-8 Oktober 2014, Tema: “Misi, Dialog dan Perdamaian” (Lihat Jadwal)




     

     

     

  2. Tempat Kegiatan :

 

Pelaksanaan Munas XI Unio Indonesia di Ambon menyangkut tempat menginap, bersosialisasi, untuk live in akan diadakan di Kota Ambon dan kepulauan Tanimbar dan sekitarnya. Panitia akan mengusahakan agar peserta dapat berinteraksi dan berefleksi bersama umat. Pengalaman bersama umat saat live in tersebut akan diolah sebagai bahan refleksi sehingga peserta Munas dapat pulang membawa suatu model kehidupan imam dan umat. Pengalaman bersama umat tersebut akan dialami lewat refleksi, diskusi, dialog, liturgi dan doa, malam keakraban, dan kebersamaan dengan umat.

 

  1. Peserta :

  1. Pelindung, Penasehat, Pengurus Unio Indonesia dan anggota khusus SC. 40 Orang. Panitia pelaksana OC. 70 orang.

Subscribe to RSS - unio