Jumat Agung 30 Maret 2018

KISAH SENGSARA MENURUT YOHANES

Rekan-rekan yang baik!

Tiga pokok dalam Kisah Sengsara yang dibacakan Jumat Agung ini (Yoh 18:1-19:42) saya bincang-bincangkan dengan sang empunya tulisan itu. Korespondensi pertama berkisar pada hubungan antara kata-kata terakhir Yesus di salib, yakni “sudah selesai” (Yoh 19:30, Yunaninya “tetelestai”) dan catatan Yohanes mengenai mengasihi “sampai pada kesudahannya” (Yoh 13:1, “eis telos”). Kedua, saya mintakan penjelasan mengenai jubah Yesus yang diundi para serdadu (Yoh 19:23-24). Tema ketiga berhubungan dengan arti “darah dan air” yang keluar dari lambung Yesus (Yoh 19:34). Beliau tak berkeberatan surat-menyurat ini diteruskan ke milis ini. Malah senang, begitulah pesannya pagi ini.

=======================================

Oom Hans yang baik!

Kamis Putih 29 Maret 2018 (Yoh 13:1-15; 1Kor 11:23-26)

Rekan-rekan yang baik!

Pada hari Kamis Putih dibacakan kisah pembasuhan kaki para murid (Yoh 13:1-15). Tindakan ini dimengerti Petrus sebagai ungkapan merendah dari gurunya di hadapan para murid. Yesus meluruskan pendapat Petrus tadi sambil mengajarkan hal yang lebih dalam lagi.

Hanya dalam Injil Yohanes sajalah dikisahkan tindakan Yesus membasuh kaki para murid. Memang orang biasa membasuh kaki sendiri sebelum masuk ke ruang perjamuan sebagai ungkapan mau ikut pesta dengan bersih. Hanya tamu yang amat dihormati saja, misalnya seorang guru atau orang yang dituakan, akan dibasuh kakinya. Dan bila dilakukan, akan dijalankan sebelum perjamuan mulai. Hanya pelayan rumah sajalah yang melakukan pembasuhan kaki tetamu, bukan tuan rumah. Injil Yohanes mengubah dan bahkan membongkar peran-peran tadi.

Minggu Palma 25 Maret 2018

ARAH CERAH DI SAAT GELAP

Rekan-rekan yang baik!
Bacaan bagi perarakan Minggu Palma kali ini (Mrk 11:1-10) mengisahkan bagaimana Yesus disambut meriah oleh orang banyak ketika memasuki kota Yerusalem. Mereka telah mendengar pelbagai tindakan penyembuhan dan pengusiran roh jahat serta pengajarannya mengenai Kerajaan Allah. Mereka sadar, dia ini Mesias yang sudah lama ditunggu-tunggu. Harapan mereka, Allah segera akan membuat Mesias-Nya menunjukkan kebesarannya di kota suci-Nya. Dan memang akan terjadi demikian. Tetapi kebesaran Mesias ini berbeda daripada yang diidam-idamkan. Guna menyelaminya, marilah kita ikuti Kisah Sengsara pada Minggu Palma ini (Mrk 14:1-15:47) serta memetik hikmatnya.

Imam Diosesan di Tengah Arus Zaman

IMAM DIOSESAN DI TENGAH ARUS ZAMAN
(Inti Sari Ret-Ret Imam Unio Keuskupan Denpasar)
Oleh: RD Eman Ano

Selagi bumi tak berhenti berputar mengelilingi matahari, maka dunia dengan ruang dan waktu yang menghiasinya takkan pernah berhenti untuk berubah-ubah. Maka yang kekal adalah perubahan menjadi kebenaran yang tak terbantahkan sebagaimana telah dikumandangkan Herakleitos, filsuf kuno, yang pemikirannya itu malah tak pernah kuno.

Halaman

Subscribe to Unio Indonesia RSS